Apakah anda menggunakan printer canon dengan kode cartrige PG45/46? atau seri 830/831 Salah satu kelemahan printer inkjet canon adalah tidak bisa bekerja dengan hanya satu cartrige. Artinya, walaupun cartrige yang warna masih oke tetapi cartrige hitamnya sudah tercatat "not recognized" maka kita mesti siap-siap beli cartrige hitam tersebut. Entah strategi bisnis atau memang harga produksi yang mahal kalau kita mesti menebus harga satu buah cartrige Rp. 200.000,00 an !! sementara harga printer sekitar Rp.380.000,00! Enak beli printer baru ya?!.
Umur cartrige yang sangat terbatas menyebabkan harga sesungguhnya untuk anggaran beli printer lebih besar. Apalagi kalau digunakan oleh bisnis rumahan dan perkantoran. Pengalaman saya ketika menggunakan printer canon seri jadul, ip 1600,1800s atau mp145s yang menggunakan kode cartrige seperti yang telah disebutkan, setidaknya butuh tiga atau empat kali service. Servisnya bisa dalam bentuk reset ink counter, waste absorber full atau ganti cartrige tadi. Pernah suatu kali cartrige warna tidak dikenali, dari beberapa sumber menyebutkan bahwa penyebabnaya adalah terbakarnnya sebagian jalur pada head akibat panas. Anggaran yang terbatas menyebabkan saya bereksperimen untuk mencoba agar cartrige warna bisa dikenali ok, sehingga printer tetap berjalan walau hanya mampu mencetak warna hitam.
Browsing ke embah google belum menemukan jawaban, sementara tugas akademik juga menyusul untuk segera dicetak. Akhirnya iseng-iseng saya menutup chip pada cartrige warna yang berada pada bagian belakang dengan alumunium foil. Deretan chip yang ditutup adalah bagian chip paling atas, alumunium foil yang saya gunakan juga berasal dari bungkus susu dancow bagian dalam (yang berwarna perak). Bagian dalam yang berupa lembar plastik tipis dikupas sehingga yang tersisa adalah lapisan alumunium murni. alumunium ini berfungsi sebagai konduktor yang membuat jaringan chip bagian atas terhubung. Setelah saya tutup, alumunium dilem agar melekat pada body cartrige lalu dipasang kembali..alhamdulillah hingga kini printer berjalan normal dengan cartrige warna hitam saja. kan lumayan hemat 200an ribu. Model printer canon yang lain belum pernah coba, habisnya ga punya printer sukarelawan sih.... bagi yang mau coba silakah share hasilnya ya.... ditunggu.
Wah saya gagal kang. Saya pakai ip 1980
BalasHapusTrims udah mampir gan...masing-masing printer memiliki jaur khusus. butuh coba-coba untuk menemukan jalur yang cocok. Bisa gunakan multi tester untuk mengeceknya....
HapusTambahan info, sementara ini dugaan saya jalur-jalur chip pada cartrige terhubung antara satudengan yang lain, melewati lintasan nozel (bagian bawah cartrige) sehingga jika jalur putus maka akan terdeteksi oleh komputer sesuai dengan jalur yang terputus tersebut.Terputus bisa disebabkan tergores, terbakar atau sebab lain. sayangnya aku belum sempat chek masing-masing jalur. walaupun sebenarnya mudah jika menggunakan multi tester untuk menemukan jalur yang terputus.kesibukan kerjaan membuat belum sempet cobain. Apalagi masing-masing jenis printer dengan no seri berbeda pasti jalurnya juga beda, biasa alasan kerahasiaan bisnis.......satu lagi butuh eksperimen untuk menghubungkan jalur terputus tersebut.....tentu juga kesabaran.mau coba????
BalasHapus