Kamis, 24 Mei 2018

Ramadhan 1439 h

Musim hujan bulan Ramadhan membuat hati sejuk. Bulan ini bertepatan dengan bulan Mei. Banyak agenda yang menanti, terutama bagi seorang muslim.

Rasanya tidak layak kita menyia-nyiakan waktu yang pernuh berkah ini. Sebagaimana yang di sabdakan oleh rosulullah sholallahu alaihi wassalam, "Barang siapa yg berpuasa di bulan ramadhan dengan penuh iman (akan wajibnya berpuasa) dan juga mengharap pahala dari Allah, akan diampuni dosa-dosanya yg kecil sebelumnya".

Puasa juga memiliki banyak hikmah selain mendapat ampunan tersebut. Jiwa akan terlatih untuk peka dan   selalu memperhatikan lingkungan. Bukankah orang yang sukses itu selain sholeh secara personal juga berfungsi mensholehkan orang lain! Semoga Allah menjadikan kita orang yang sukses menjalankan ibadah puasa di bulan ini. Amin margasakti 25 Mei 2018

Rabu, 12 Oktober 2016

Pelajaran Peristiwa Hijrah

Waktu terus bergulir, tidak terasa sudah di tahun baru hijriyah 1438h. Tahun baru ini mengingatkan kita pada sebuah peristiwa besar dan bersejarah.Peristiwa itu adalah hijrahnya Rasulullah saw. dari kota Mekkah menuju yastrib atau Madinah al munawwaroh.sebuah peristiwa yang menandai perubahan fase kehidupan kaum muslimin secara umum.

Sejarah terjadinya peristiwa hijrah mengandung banyak pelajaran penting. Diantara sekian banyak pelajaran tersebut adalah:
1. Beranikan diri untuk berubah
    Siapapun yang ingin menjadi lebih baik dari sekarang harus punya keberanian untuk merubah banyak hal. Perubahan diawali dari perubahan mindset/pola pikir. Jika kita sering berfikir negatif, berubahlah berfikir positif. Kalau muncul kata-kata dalam pikiran kita yang justru melemahkan tekad, maka tepislah segera. Semua manusia memiliki kelebihan, keistimewaan masing-masing.

Kondisi Mekkah yang menyulitkan kaum muslimin untuk beribadah kepada Allah swt secara bebas, menuntut agar mencari lokasi yang memberikan kemerdekaan dalam beribadah. Tak sekedar itu, kebebasan untuk meyakini Allah swt sebagai al ilah satu-satunya juga mendapat tantangan besar dari kaum mayoritas musyrikin kala itu. Tak sedikit para sahabat yang disiksa sedemikian rupa hingga nyawa meregang. Sebut saja misalnya sahabat Bilal ibn Robbah, keluarga yasir dan lain-lain. Kondisi demikian tentu mengharuskan seorang muslim untuk melakukan tindakan, melakukan perubahan kondisi agar lebih baik. Perubahan ini yang kemudian Allah wujudkan dalam bentuk perintah berhijrah ke Madinah.

Hijrah dari Mekkah ke Madinah bukan hal mudah kala itu. Tantangan tidak hanya muncul dari orang-orag kafir yang menghalangi dengan berbagai cara, namun juga kondisi alam yang ganas juga harus di taklukkan. Jarak mekkah dan Madinah sekitar 490 an km bukan jarak yang pendek jika harus ditempuh dengan kendaraan onta atau kuda, butuh waktu satu minggu lebih untuk sampai ke Madinah. Padang pasir yang terbentang luas dengan kondisi ekstrim, siang begitu panas sementara malam begitu dingin adalah kendala tersendiri. Namun demikian, tetap para sahabat menjalaninya.

2. Setiap perubahan pasti membutuhkan pengorbanan
3. Hijrah tak sekedar translokasi tapi juga perubahan dari penghambaan makhluk menuju ke penghambaan terhadap sang kholik satu-satunya. Perubahan perilaku negatif berperilaku positif, merobak kebodohan menuju cahaya ilmu.

4.Siapapun yang ingin berubah harus dengan rencana yang matang.
5.Hasil dari sebuah usaha melakukan perubahan sebanding dengan pegorbanan.

Sabtu, 02 Januari 2016

Muhasabah



Bismillah

Muhasabah

Waktu terus berjalan mengiringi gerak kehidupan manusia. Hakekat waktu yang dimiliki manusia adalah apa yang dimanfaatkan untuk melakukan beragam jenis ibadah kepada Allah. Sementara waktu yang digunakan untuk hal-hal yang bersifat mubah atau bahkan muharromah tidak bernilai kebaikan disisiNya, bisa jadi justru menjadi sesuatu beban yang memberatkan saat proses penghisaban. Lebih hina lagi manakala waktu yang di anugerahkan oleh sang Kholik dihabiskan layaknya hewan-hewan rendahan ciptaanNya; memenuhi hawa nafsu, makan, minum, dan memuaskan hasrat seksual saja, tiada lain.

Agar senantiasa kehidupan ini terarah sangat dibutuhkan adanya muhasabah. Hawa nafsu selalu memerintahkan kejelekaan dan membutuhkan pengobatan. Pengobatan pertama dengan muhasabah diri, mengkoreksi, mengevaluasai perjalanan kehidupan yang dilewatinya dan yang kedua menyelisihi hawa nafsu tersebut; mengisi waktu dengan aneka amal kegiatan yang semuanya bertentangan dengan keinginan hawa nafsu. Kedua hal ini menjadi standar apakah hati itu akan selamat atau binasa. Tanpa muhasabah, jiwa akan terlena dan hanyut dengan aneka kesesatan tanpa disadari, merasa telah berada diatas jalan yang lurus padahal sedang menyimpang jauh atau bahkan larut dalam hiruk-pikuk kemegahan dunia dengan aneka tipu dayanya.

Muhasabah nafs atau muhasabah jiwa tersebut ada dua macam, muhasabah sebelum beramal dan muhasabah nafs setelah beramal. Muhasabah jiwa sebelum beramal ada  empat fase yang menjadi bahan pertimbangan sebelum beramal ketika ada keinginan yang kuat untuk beramal. Fase tersebut adalah sebagai berikut:

  • Pertama melihat kemampuan diri, jika tidak mampu untuk dikerjakan sebaiknya ditunda hingga mampu melakukannya. Allah tidak membebani kecuali sebatas kemampuan manusia. Pemaksaan diri saat tidak ada kemampuan dalam mengerjakan sesuatu hanya akan membuat jiwa binasa, takaluf. Jika mampu untuk mengerjakan maka dia berlanjut ke fase kedua.

  • Kedua  pertimbangan sisi kebaikannya dan manfaatnya, apakah melakukannya lebih baik atau meninggalkannya justru lebih baik. Jika melakukan pekerjaan tersebut ternyata lebih baik maka berlanjut ke fase pertimbangan berikutnya.

  • Ketiga pertimbangan niat, apakah yang membangkitkan untuk beramal itu kehendak untuk mendapatkan wajah Allah dan balasan dariNya atau justru ada niat untuk memperoleh dunia, kedudukan, pujian, dan harta dari manusia/ makhluk. Jika yang kedua ini yang membangkitkan niat kita sebaiknya berhenti untuk mengerjakannya.

  • Ke empat, apakah pekerjaan itu membutuhkan bantuan atau pertolongan orang lain atau tidak. Jika berupa amal jamai/ amal yang bersifat sosial yang membutuhkan bantuan pihak lain, tidak melakukannya hingga ada bantuan yang membuatnya mampu tegak beramal
Manakala keempat fase tersebut terlewati  dengan benar, maka Insyaallah kesuksesan ada didepan mata. Sukses disini adalah sukses dunia dan akheratnya. Namun jika hilang salah satunya, bisa dipastikan kegagalan sudah diambang pelupuk mata.

Sementara muhasabah setelah beramal, kita mulai dari hal-hal yang wajib. Pertama muhasabah tentang penunaian hak Allah azza wajalla. Apakah kewajiban kita sebagai hambaNya sudah terlaksana dengan baik, penuh ihsan dalam melakukanya, sesuai dengan tuntunan Rasullullah saw dan generasi terbaik umat ini. Berikutnya muhasabah dengan hal-hal yang haram, apakah amal kita telah bercampur dengan riya, sum'ah atau tujuan-tujuan keduniaan lain. Lebih jauh lagi, apakah amalan kita mengandung hal-hal yang mubah yang berpotensi menyeret kita pada hal yang makruh atau haram. Adakah amal pekerjaan kita yang telah kita kerjakan tersebut lebih baik kita tinggalkan daripada kita lakukan lagi dimasa datang karena mengandung keburukan yang jauh lebih besar daripada kebaikannya.....waallah a'lam bishowaab (sumber referensi sebuah kajian muhasabah karya Ibnul  Qoyyim al Jauziyah rh)

Senin, 16 November 2015

Masyarakat Islamku sayang

Rasa sedih dan prihatin ketika merenungkan nasib kaum muslimin kini. Aneka problema terus melanda. Fitnah demi fitnah datang silih berganti. Menyusup ke kisi-kisi dan sendi-sendi masyarakat muslimin hingga hampir tiada satu bagianpun yang tak terimbas oleh aneka fitnah.

Masyarakat kian jauh dari nilai-nilai Islamnya. Tauhid dianggap sebagai suatu bentuk kesyirikan. Amalan sunnah malah jadi amalan yang dianggap baru dan asing. Justru praktek-praktek ibadah yang notabene peninggalan zaman "antah berantah" dimakmurkan. Seakan-akan semua itu bagian dari ajaran Islam. Hampir berbagai sisi kehidupan kita temui hal ini. Perekonomian, budaya, politik, adat istiadat dan lain sebagainya.

Perhatikan saja, ribawi melanda seantero negeri. Demokrasi jadi ajaran bak kalam ilahi, adat istiadat jadi hukum yang nyaris tak tertandingi......zina dengan aneka bentuk kian merebak lewat aneka media online atau offline. Media sosialpun tak luput jadi media perselingkuhan dan perzinahan terselubung na u'dzubillah...ampuni kami wahai rob...

Di sisi yang lain, umat Islam kian acuh tak acuh dengan ajaran agama. Hampir lupa dengan pokok-pokok Islam yang seharusnya diilmui, diyakini dan diamalkan. Kitab suci Al qur'an tinggal nama dan tulisan. Apalagi hadist-hadist Rosulullah saw, seolah-olah tinggal teks yang tersimpan rapi dalam kitab-kitab peninggalan salaful ummah yang walaupun hadir namun tiada arti didalam dada-dada kaum muslimin. Sekolah-sekolah yang menjamur tapi kenyataannya sering jadi ajang untuk meraih prestasi duniawi. Tidak hanya formalnya atau informalnya, anak-anak terpacu oleh materi hingga lenyap ditelan arus kemegahan dunia yang kian mempesona. Bisa jadi banyak anak-anak kaum mslimin yang bersekolah di sekolah-sekolah pesantren hafal sekian juz alquran dan hadist, namun tak dipungkiri semua justru menjadi bahan mencari popularitas. Dihafal lewat lisan-lisan mereka namun, kurang dihayati dalam hati dan pikiran. Rasa takut kepada Allah seolah-olah hilang dengan kemegahan dunia. Akan tetapi, alhamdulillah walau begitu masih ada sebagian kaum muslimin yang tetap eksis dan konsisten dengan ajaran dan nilai-nilai Islam, walau sedikit..... 

Sabtu, 16 Mei 2015

Sukses Usaha Batako

Bingung mau usaha apa di zaman super cepat dan saingan begitu ketat? cobain deh buat usaha batako.Itu lho batu bata yang terbuat dari campuran semen dan pasir yang dipadatkan. Prospeknya bagus kok. Batako termasuk material bangunan primer. Usaha ini juga sudah lama berkembang. Sejak akhir desember 2014 aku coba usaha ini. Bagi yang tinggal didaerah pedesaa atau daerah-daerah urban yang sedang giat membangun, insyaallah usaha ini cocok dech. Berikut ilustrasi singkat seputar usaha ini.


Batako secara umum terbuat dari campuran semen dan pasir yang dipadatkan. Proses pemadatannya bisa secara manual (menggunakan  balok kayu, sekop dan lain-lain) atau menggunakan mesin press hidrolik atau manual. Karena modal yang cekak, terpaksa aku menggunakan balok kayu diawal produksi. Beberapa bulan kemudian aku mencoba membuat alat press hidrolik manual. Alat ini cukup sederhana, kerangka dari balok kayu dan alat pressnya dari dongkrak hdrolik mobil dengan kapasitas tekan 2 ton. Murah kok dongkrak ini, pas beli harganya sekitar Rp.95.000,00.Mohon maaf gambarnya belum bisa diposting. O iya, cetakan batako menggunakan kerangka baja, bisa pesen dengan tukang besi, kalau disini satu buah cetakan seharga Rp.600.000,00 .

Proses pembuatan batako cukup sederhana. Jika sudah tersedia semen dan pasir (usahakan pasirnya tidak terlalu halus) maka bisa langsung kita coba membuatnya. Pertama sediakan pasir yang bersih dengan ukuran kira-kira satu klenteng/gerobak pasir. Jika pasirnya rata permukaan klenteng tersebut, berdasarkan pengalaman akan mengahsilkan sekitar 14-16 buah batako berlubang. Akan tetapi ini tentu akan berbeda hasilnya jika cetakan yang digunakan juga berbeda ukurannya. Berdasarkan berbagai  referensi pula, takaran semen yang digunakan juga cukup vareatif untuk masing-masing produsen. Didaerahku saja terdapat beberapa produsen batako, masing-masing dengan harga dan kualitas yang berbeda. Kisaran harga batako di daerahku saat artikel ini dibuat sekitar Rp.2.500,00 sampai Rp.3000.00/buah .Kualitas batako bisa kita lihat dari hasil batako yang diproduksi. Aku mencoba beberapa perbandingan takaran semen dan pasir untuk menghasilkan batako yang kuat namun juga ekonomis. Pengalaman membuktikan campuran pasir dan semen dengan perbandingan 1:10 sudah cukup kuat namun rapuh jika digunakan untuk membangun rumah dengan beban berat.Perbandingan  1:10 maksudnya 1 ember adukan semen dicampur dengan 10 ember adukan pasir. Sementara ini aku mencoba memproduksi batako 1: 9. Dengan perbandingan ini satu zak semen (50 kg) kalau dituang dalam ember adukan peres seberat kira-kira 5 kg. Jadi 1 zak semen ada sekitar 10 ember adukan. secara sederhana, satu zak semen akan menghasilkan sekitar 90 buah batako. Tentunya jika kita ingin membuat batako lebih kokoh, bisa mencoba adukan dengan perbandingan 1:4, walaupun tidak ekonomis dari sisi harga.

Membuat batako juga dibilang gampang-gampang susah. Butuh keuletan diawal latihan. Disarankan untuk bertanya pada orang-orang yang telah sukses menekuni bisnis ini jika ingin menggelutinya.Termasuk cara pengadukan material yang benar, tingkat keenceran atau perbandingan air-semen yang pas, perbandingan semen-pasir yang ekonomis dan juga cara perawatan batako setelah berhasil dicetak. Tantangan yang lain juga pemasaran yang butuh energi yang waktu yang tidak sedikit.... tentu kesabaran sangat dibutuhkan dalam bidang bisnis apapun jika ingin berhasil.

Selamat mencoba..........

Minggu, 05 April 2015

Cermin diri

Hari ini (6 April 2015) kembali aku mendengarkan nasehat seorang Ulama, aku lupa namanya. beliau memberikan tausiyahnya pada kesempatan dauroh tahunan 2010, udah lama sih, tapi ilmu tak kan pernah mati. Ada satu kitab yang beliau sampaikan karya seorang Ulama juga syekh Abdullah ibn Abdul Wahab, temanya seputar hal-hal yang membatalkan keislaman seseorang.

Salah satu yang membatalkan keislaman seseorang adalah tidak mau mempelajari ilmu Islam sebagai agamanya. Enggan untuk duduk bermajelis ilmu dengan para ustadz atau ulama robani. Waktu hidupnya sibuk dengan aneka aktivitas duniawi hingga melenakannya. Baginya dunia identik dengan kerja, dan kerja tujuannya mencari uang sebanyak-banyaknya. Ketika bercermin dengan penjelasan ini, aku malu ternyata waktu yang kulewati selama  ini terlalu sibuk dengan berbagai macam urusan duniawi. sibuk dengan kerjaan yang tiada henti. Hingga badan terasa lelah, pikiran kalut dan hati terasa jauh dengan Rob sang Khalik.

Tak terasa hampir 33 tahun lebih umurku habis dengan dunia. Tapi bekal kealam yang jauh disana belum ada, ibadah sangat sedikit itupun kadang tercampur dengan ria dan tidak ikhlas. Kira-kira apa yang aku bawa menghadap robku nanti? Ya Rob jadikan sisa umurku penuh berkah dan akhir hayatku Husnul Khotimah.......amin

Jumat, 29 Agustus 2014

Engkau adalah Bapakku

............Detik masa telah berlalu begitu cepat. Engkau telah pergi meninggalkan duka dan asa. Menyatu dalam qolbu, agar ikhlas dan berharap do'a selalu. Canda tawa belum hilang dari lubuk hati. Bukan tidak rela, Dia mengambilmu, tetapi rasa cinta tak mungkin rasanya hilang begitu saja. teringat, kasarnya kulit tanganmu, tanda perjuangan membesarkan kami, menghidupi dengan penuh perhatian dan pengorbanan.

Hanya do'a yang senantiasa ku panjatkan kehadiratNya. Berharap, aroma syurga berhembus kedalam ruang gelapmu, bertemankan amal sholeh yang menghiburmu hingga datang janji Rob Yang Maha Adil. Do'aku juga berharap Allah memudahkan menjawab pertanyaan malaikatNya, sukses dengan ujian dan fitnah kubur, dilapangkan hingga sejauh mata memandang. Semoga abi, senantiasa dirahmatiNya, lewat lantunan do'a yang tiada henti aku usahakan................

Tulisan ini sebagai tanda mengabadikan segala hal....agar menjadi pelajaran dan hikmah. Aku berharap ada suatu massa, tatkala Allah memanggil namaku, namamu pasti disebut, semoga kita berjalan seiring melangkah pasti menuju syurgaNya. Amin

Abi, aku berdo'a untukmu...dalam alam yang fana ini. Aku menyaksikan engkau sebagai muslim.. semoga Allah meneguhkan hatimu, lewat hari-hari berat dengan derita yang engkau rasa...hingga detik terakhir aku menghantarkanmu. Tak bisa lebih jauh abi, hanya sampai pusara...yang hingga kini terus aku jaga. Berdo'a diatasnya berharap rahmatNya senantiasa tercurah. AmpunanNya menyertaimu, maafNya menyapu dosa dan kesalahanmu.

Abi, Semoga engkau mendapatkan ganti yang layak..lebih baik, dari pasanganmu didunia ini. Rumah yang lebih baik dari rumahnu yang kini sepi...tak berpenghuni, atapnya sudah bocor, gentengnya juga retak, dindingnya kian rapuh tanda usia telah jauh dilampuinya.  Abi, semoga dosa dan kesalahanmu disucikan dengan air salju sejuk, jernih dan membuat hati tenteram. Disucikan dengan embun yang bening tak ternoda...hingga hilang dan lenyap titik-titik dosa yang membuat kelam di jiwa....

Tiada kata yang sanggup menggambarkan kini...hanya do'a dan harap. Aku termasuk orang sholeh...hingga hadiah pahala bisa kukirimkan kepada engkau...tak lebih. Karena semua juga atas usahamu, mendidik daku, menyekolahkan hingga ke sebuah pesantren yang disana aku mengenal lebih jauh tentang bagaimana aku harus berbakti kepada Robku dan Robmu, berbakti kepada kedua orang tuaku.....

Abi, selamat jalan, semoga lenteraNya menyinari disetiap titik perjalanan gelap meniti jembatan yang terbentang antara syurga dan nerakaNya....dan kita selamat dikumpulkan didalam syurgaNya yang dijanjikan.Amin