Waktu terus bergulir, tidak terasa sudah di tahun baru hijriyah 1438h. Tahun baru ini mengingatkan kita pada sebuah peristiwa besar dan bersejarah.Peristiwa itu adalah hijrahnya Rasulullah saw. dari kota Mekkah menuju yastrib atau Madinah al munawwaroh.sebuah peristiwa yang menandai perubahan fase kehidupan kaum muslimin secara umum.
Sejarah terjadinya peristiwa hijrah mengandung banyak pelajaran penting. Diantara sekian banyak pelajaran tersebut adalah:
1. Beranikan diri untuk berubah
Siapapun yang ingin menjadi lebih baik dari sekarang harus punya keberanian untuk merubah banyak hal. Perubahan diawali dari perubahan mindset/pola pikir. Jika kita sering berfikir negatif, berubahlah berfikir positif. Kalau muncul kata-kata dalam pikiran kita yang justru melemahkan tekad, maka tepislah segera. Semua manusia memiliki kelebihan, keistimewaan masing-masing.
Kondisi Mekkah yang menyulitkan kaum muslimin untuk beribadah kepada Allah swt secara bebas, menuntut agar mencari lokasi yang memberikan kemerdekaan dalam beribadah. Tak sekedar itu, kebebasan untuk meyakini Allah swt sebagai al ilah satu-satunya juga mendapat tantangan besar dari kaum mayoritas musyrikin kala itu. Tak sedikit para sahabat yang disiksa sedemikian rupa hingga nyawa meregang. Sebut saja misalnya sahabat Bilal ibn Robbah, keluarga yasir dan lain-lain. Kondisi demikian tentu mengharuskan seorang muslim untuk melakukan tindakan, melakukan perubahan kondisi agar lebih baik. Perubahan ini yang kemudian Allah wujudkan dalam bentuk perintah berhijrah ke Madinah.
Hijrah dari Mekkah ke Madinah bukan hal mudah kala itu. Tantangan tidak hanya muncul dari orang-orag kafir yang menghalangi dengan berbagai cara, namun juga kondisi alam yang ganas juga harus di taklukkan. Jarak mekkah dan Madinah sekitar 490 an km bukan jarak yang pendek jika harus ditempuh dengan kendaraan onta atau kuda, butuh waktu satu minggu lebih untuk sampai ke Madinah. Padang pasir yang terbentang luas dengan kondisi ekstrim, siang begitu panas sementara malam begitu dingin adalah kendala tersendiri. Namun demikian, tetap para sahabat menjalaninya.
2. Setiap perubahan pasti membutuhkan pengorbanan
3. Hijrah tak sekedar translokasi tapi juga perubahan dari penghambaan makhluk menuju ke penghambaan terhadap sang kholik satu-satunya. Perubahan perilaku negatif berperilaku positif, merobak kebodohan menuju cahaya ilmu.
4.Siapapun yang ingin berubah harus dengan rencana yang matang.
5.Hasil dari sebuah usaha melakukan perubahan sebanding dengan pegorbanan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar