Musim hujan adalah satu anugerah tersendiri bagi semua orang. Sebuah nikmat yang sering tak disyukuri karena mungkin dianggap biasa. tetapi manakala tidak turun hujan satu bulan saja sudah banyak yang mengeluh. Manusia memang diciptakan begitu. Ada nikmat jarang disyukuri, begitu hilang baru terasa pentingnya nikmat.
Bagiku semua adalah anugerah yang pantas dan memang seharusnya disyukuri. Baik musim hujan, musim kemarau terlebih musim durian. Didaerahku masih banyak pohon durian. Harumnya kalau pas lagi musim buah berduri yang satu ini. Pekerjaanku pastinya bertambah kalau musim penghujan. Selain sibuk mengajar di sebuah sekolah sma negeri dikecamatan, aku juga berprofesi sebagai juru deres karet milik orang tuaku, lebih tepatnya peninggalan ortu. Lateks yang tiap pagi menetes harus di bekukan sebelum hujan turun, kalau tidak demikian maka kerja sejak subuh tentu tidak akan membuahkan hasil. Kalau sedang banyak jam mengajar, terpaksa jam kosong harus pulang dan pergi kekebun membekukan lateks, istilah orang sini "ngocor". Sedihnya kalau hujan turun pas kita sedang sibuk ngajar, lateks yang sudah jadi air putih laksana susu indomilk harus kita ikhlaskan terbuang kembali ke tanah... ya semua memang kembali ketanah. Tapi toh masih dapet pahala kerja, semua usaha dan kerja yang kita lakukan dengan ikhlas dan berharap ridhonya pasti dapat imbalan di akherat nanti. Apalagi kita seorang muslim, keyakinan demikian mestinya sudah tidak diragukan.
Profesi sebagai tukang sadap karet memang tak bisa dianggap remeh. Bayangkan, kerja jam 5 pagi hingga jam 7 pagi sudah cukup untuk memotong pohon karet seluas 1/2 hektar. Hasil yang didapat rata-rata 50 kg/minggu lateks beku. Satu kilogram lateks beku dihargai Rp. 7000,00-Rp.9000,00 (harga bulan oktober 2013). Bisa dikalkulasikan pendapatan petani karet dalam seminggu saja sekitar Rp.350.000,- s/d Rp.450.000,- dengan luas kebun yang hanya 1/2 hektar, dalam sebulan sekitar Rp.1400.000,- s/d Rp.1800.000,-. Sementara gaji seorang guru honorer di sekolahku sekitar Rp.980.000,-/bulan. Ini juga ngajarnya 24 jam lho... kalau mengandalkan gaji saja sudah pasti secara matematika banyak yang harus di tombok. Maklum, sebagai kepala keluarga, aku harus bekerja ekstra demi masa depan buah hati. Alhamdulillah, walau dengan gaji yang pas begitu aku harus tetap bersyukur. Penghasilan dari sumber lain juga membuatku semakin bersyukur kepada sang Pencipta. Manusia pasti ga ada puasnya, penghasilan 100 juta /bulanpun masih kurang. Ia akan puas manakala tanah sudah menyumbat lubang hidung dan mulutnya. Mari bersyukur...
Sebagai manusia yang diciptakan dengan multi talenta, alhamdulillah, aku juga berprofesi sebagai tukang servis komputer dan printer. Profesi yang satu ini sudah aku geluti sejak tahun 2005. Hasilnya lumayan, sekali melakukan instalasi yang berjalan hanya 1-2 jam dibayar Rp.50.000,-. Belum lagi kalau ada order pembelian laptop, netbook, infocus, PC builtUp etc. rezeki yang aku terima juga pastinya bertambah. Satu unit barang yang diorder bisa untung Rp,.200.000,- s/d Rp.300.000,- hal ini karena dengan toko suplayernya di kasih harga bagi. Selisih harga bagi dengan harga jual di pasaran inilah yang merupakan keuntungannya. Kalau printer lain lagi ceritanya, keuntungan servis printer merk-merk canon ada pada sistem kemanannya. Printer-printer canon biasanya minta direset beberapa kali dalam sekali pemakaian. Belum lagi kalau harus ganti sparepart, hasil penjualan menambah pundi-pundi.
Belakangan timbul kesadaran bahwa software windows diproteksi dengan ketat dan berlisensi. Artinya, siapa yang menggunakan tanpa lisensi berarti membajak...Nyolong dong.wah, bisa ga berkah, dosa pastinya dengan microsoft. Diakherat bakal di tanya. Mau jawab apa kita????. servis komputer aku hentikan, hanya buka servis printer dan refill ink/ toner. Insya Allah rezeki ga bakal kurang, malah bertambah. Toh hidup hanya sekali, makanan haram hanya jadi duri dan kegelisahan hati. Minuman yang berkah buat sehat dan selamat. Aku berusaha cari sumber penghasilan yang lain, halal, berkah dan menguntungkan. Search kesana sini ketemu dengan bisnis Alat-alat listrik. Kayaknya cocok dengan basic keilmuanku, fisika Mipa, aku kontak toko suplayer online yang lumayan besar.Order minimal 3 jutaan hingga ratusan juta tergantung dari paket yang kita pilih. Berhubung modal masih cekak, ongkirnya yang juga mahal, order online aku batalkan. Sementara ini aku kontak toko alat listrik terdekat, mensuplay barang apa yang penting dan dibutuhkan oleh warga sekitar. Biarkan tumbuh dari kecil insyaallah bakal jadi raksasa suatu saat nanti. Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar