Sabtu, 05 Oktober 2013

Perjalanan ke Aurgading

Kehidupan laksana roda yang berputar. Kadang diatas, terkadang harus di dasar. Ada kematian ada pula yang lahir. Ada saat kejayaan datang, dilain waktu masa sulitpun hadir. Demikian sekelumit pesona dunia. Sebuah permainan yang serius karena semua akan kita pertanggungjawabkan.


Perjalanan yang kami lakukan pada sabtu 5 oktober 2013 kemarin ke daerah Aurgading, kecamatan Kerkap, Bengkulu utara. Ada musibah yang sedang melanda salah seorang kerabat kami. Bapak Firdaus, ayah teman kami andrianto (wawan) telah meninggal dunia, semoga Allah merahmatinya. Ingat mati... artinya juga ingat apa yang bakal kita temui setelah mati. Bagi orang yang beriman tentu menyakini adalnya kehidupan setelah kematian. Ada masa-masa sulit yang bakal kita lewati. Apa yang kita peroleh dialam sana sesuai dengan apa yang kita perbuat di bunia ini. Memmang dunia adalah tempat menanam, Akherat tempat memetik hasil.

Desa Aurgading nampaknya bukan desa yang baru berdiri. Hal ini terlihat dari bangunan rumah yang berdiri kokoh walau terbuat dari kayu. Sebagian atapnya yang terbuat dari seng, juga terlihat mulai menghitam. Tanda bahwa zaman sudah lama memakannya, adan empunya belum sempat untuk mengganti. Zaman begitu cepat berganti, sementara manusia lupa bahwa dirinya juga harus terus berbenah... termasuk kita pastinya. Orang yang cerdas adalah mereka yang benar-benar menfaatkan masa hidup yang sebentar ini untuk mencari bekal sebanyak-banyaknya demi kehidupan yang kekal dan abadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar